Rumah Tingkat dengan Taman Yang Lega di Belakang Rumah

Desain Grafis dan Percetakan

 
Rumah Tingkat dengan Taman Yang Lega di Belakang Rumah

Rumah Tingkat dengan Taman Yang Lega di Belakang Rumah

Berada pada lahan memanjang dengan ukuran 10 m x 25,6 m, konsep rumah yang dibuat dengan mengoptimalkan area terbuka bagia belakang sebagai taman, dengan porsi luasan yang cukup besar. Taman tersebut menjadi orientasi penempatan untuk beberapa ruangan  seperti kamar tidur utama, ruang makan, dan ruang keluarga.

Pada bagian tengah taman, ditempatkan sebuah ruang ibadah yakkni mushola. Penempatan ruang ibadah tersebut menjadi solusi efektif untuk menciptakan suasana yang lebih kontemplatif. Terdapat jarak yang cukup jauh antara ruang-ruang untuk aktivitas yang menghasilkan kebisingan. Suasana ini bisa diperkuat dengan penataan tanam untuk menghadirkan keindahan alami.

Penataan ruang di dalam bangunan dibuat seefisien mungkin dengan menerapkan zoning secara vertikal dan horizontal. Pada lantai dasar area servis dengan akses tersendiri ditempatkan pada bagian kiri bangunan. Sementara area bersama yakni, ruang tamu, ruang makan, dan ruang keluarga dikelompokkan pada bagian yang memusat. Area privat di lantai satu ini ditempatkan dibagian belakang yang menghadap langsung ke area taman.
Denah Lantai 1 dan 2
Denah Lantai 1 dan 2

Di lantai dua, ruang privat dikelompokkan mengeliling sebuah ruang duduk yang ditunjukan sebagai area berkumpul. Fungsi servis pada lantai ini, yakni ruang cuci dan jemur serta ruang tidur pelayan, dibuat relatif terisolasi agar tidak saling mengganggu dengan aktivitas hunian yang lain.
Fasada bangunan dihadirkan dengan karakater yang modern. Komposisi berkesan modern antara lain dicirikan dengan pembangunan bukaan-bukaan ruang berorientasi vertikal, yakni dengan lebar yang relatif kecil, tetapi memiliki ukuran yang tinggi. Elemen garis yang diterapkan pada bidang muka bangunan digunakan untuk menghadirkan proporsi yang enak dipandang.

Hunian yang diapit Dua Taman



Ruang-ruang di dalam rumah yang berada pada lahan seluas 195 m2 ini di apit oleh dua ruang terbuka berupa taman depan dan taman belakang yang cukup luas. Oleh karena itu, lebar bangunan pun cenderung lebih tipis sehingga ruang-ruang utama memiliki dua akses view yang mendukung penghawaan dan pencahayaan agar dapat berfungsi lebih optimal.
Penataan ruangan di rumah ini dibiarkan mengalir tanpa pembatas yang tegas pada ruang-ruang bersama. Ruang tamu, misalnya, dipisahkan dengan ruang keluarga di belakangnya oleh sebuah partisi yang fleksibel. Dimensi ruangan yang besar, terutama pada lantai satu, membuat ruangan di lantai satu terasa semakin lapang. Sementara itu, tangga sengaja tidak disembunyikan, melainkan diaekspos di ruang keluarga sehingga menghadirkan aksen bentuk di dalam ruangan. Untuk efisiensi bentuk, area di bawah tangga dimanfaatkan sebagai toilet.

Zoning yang tegas diterapkan di lantai satu dengan menempatkan ruang service pada bagian kiri rumah, ruang semipublik pada bagian tengah, dan ruang privat pada bagian kanan. Sementara itu, dilantai dua ditempatkan dua ruang tidur anak, ruang servis, galeri, dan perpustakaan yang sekaligus bisa digunakan sebagai mushola.

Fasad bangunan diolah melalui permainan material pada bidang-bidangnya. Bidang masif dengan batu alam, elemen transparan melalui kaca lebar, bukaan-bukaan, serta elemen kayu dekoratif yang berjajar di bagian muka bangunan berhasil mencitrakan tampilan elegan pada bangunan yang terkesan memanjang tersebut. Sementara itu, atap pelana yang dikombinasikan dengan atap dan kanopi data menciptakan tampilan yang berkesan simpel dan modern pada bangunan ini.

Denah Lantai 1

Denah Lantai 2

Simplisitas Yang Elegan

Simplisitas Yang Elegan

Bentuk bangunan yang sederhana  dengan tampilan fasad yang berkesan simpel namun berkelas menjadikan rumah ini tampil menonjol dan elegan. Konsep tersebut diperkuat dengan penyelesaian bentuk atap yang mengkombinasikan jenis atap pelana dan atap datar untuk menghindari tampilan atap yang berkesan rumit.

Permukaan fasad bangunan diolah dengan menombinasikan permukaan yang smooth serta bidang yang bertekstur.  Dinding bertekstur kasar dengan aplikasi garis-garis horizontal yang cukup rapat dihadirkan untuk memberi aksen dan memecah kebosanan. Begitu juga pada pemilihan warna, efek kontras dihadirkan dengan mengkombinasikan warna-warna natural yang cenderung gelap dengan warna cerah seperti warna kuning yang mencolok sebagai bidang yang menarik perhatian. Warna abu-abu dari bidang yang kasar memberi aksen stabilitas, juga memperkuat tampilan bagian konstruksi yang juga berwarna gelap seperti pintu, kusen jendela dan lain-lain.

Elemen air dihadirkan sebagai elemen penyejuk atmosfer rumah. Keberadaan elemen air sekaligus menghadirkan estetika visual dan keindahan audial dari bunyi gemerciknya. Dengan efek seperti itu, ruang beribadah ditempatkan diatas kolam untuk menghadirkan suasana ruang yang tenah dan indah.

Ruang-ruang ditempatkan berdasarkan kelompok fungsinya sehingga aktivitas yang berbeda dalam hunian bisa dilakukan tanpa tumpang tindih. Ruang servis yang merupakan area paling sibuk dalam rumah ditempatkan tersendiri. Agar aktivitas pada ruangan-ruangan hunian utama menjadi lebih nyaman, dibuat batasan yang tegas dengan fungsi hubian lainnya, baik pada lantai satu maupun lantai dua.
Denah 1 dan 2 Simplisitas Yang Elegan

Simpel dan Ringan

Fasad bangunan ini tampil dengan karakter modern berkesan ringan melalui penggunaan skema warna monokrom dan permainan maju-mundur bidang yang simpel. Sebuah volume boks yang terlihat lebih maju dan terkesan menggantung dengan bukaan berbentuk bujur sangkar menjadi aksen utama fasad ini. Sementara itu, kesan ringan dihadirkan melalui material atap carpot yang semitransparan.

Pentaan ruang-ruang di dalam rumah dibuat untuk mengefisienkan lahan. Ruang-ruang ditempatkan secara menerus dengan meminimalisir sekat pada area-area terbuka. Meski tidak dibatasi sekat, setiap ruangan tetap terkesan terpisah. Sementara itu, efisiensi penggunaan ruang diterapkan dengan penambahan fungsi pada ruang yang biasanya kurang termanfaatkan, seperti ruang di bawah atap yang digunakan sebagai toilet.

Ruang keluarga yang bersebelahan dengan taman  terbuka menjadi pusat aktivitas dalam mengakomodasi berbagai kebutuhan penghuni sehari-hari. Ruangan ini paling representatif karena cukup nyaman dengan adanya sirkulasi udara yang lancar dan cahaya matahari yang optimal, serta ditampab luasan ruangan yang memadai.

Pada lantai satu, taman depan dan taman belakang menjadi orientasi penempatan ruangan sehingga setiap ruangan memiliki akses terhadap pencahayaan dan penghawaan alami. Sementara itu, lantai dua digunakan sebagai area yang lebih privat. Tiga kamar tidur ditempatkan di lantai ini berdampingan dengan sebuah ruang duduk.
 Tutorial 3D Studio MAX Main Toolbar, Tab Panel, Panel Command

0 Response to " Rumah Tingkat dengan Taman Yang Lega di Belakang Rumah "

TotalPing | Google Ping | Ping Blog Search | Add Url | Google Master | Bing Master | Site Value | Seo Jerman | TotalPing